Supaya Kamu Erat Bersatu dan Sehati Sepikir

Artikel-Khotbah-Renungan No Comments »
Judul di atas diambil dari 1 Korintus 1 ayat 10b karena ada pepatah mengatakan: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Pepatah ini menyatakan pentingnya kesatuan dan persatuan dalam semua persekutuan baik di Rumah Tangga, Keluarga, Gereja, dan Bangsa, atau Masyarakat, dsb.
.
Dalam nats ini yang mau ditekankan ialah kesatuan dalam persekutuan orang Kristen di jemaat atau Gereja. Hal inilah yang dinasehatkan Rasul Paulus yang dulunya ditujukan kepada jemaat Kristen Korint dan sekarang kepada kita, melalui thema : “Supaya kamu erat bersekutu dan sehati sepikir“.
.
Untuk mencapai tujuan tersebut kita harus melakukan dua hal:
.
1. Menjauhkan perpecahan.
Rasul Paulus mengetahui terjadi perpecahan di jemaat Kristen Korint yang disebabkan perselisihan antara anggota jemaat. Akibat timbullah empat partai/kelompok, yaitu : Partai Paulus, Partai Kefas, Partai Apollos, dan Partai Kristus. Itu sebabnya Rasul Paulus menasehati mereka dengan mengatakan: “Jangan ada perpecahan diantara kamu”. Penyebab terjadinya perpecahan bukanlah dikarenakan ajaran atau Injil, tetapi karena anggota jemaat memusatkan kasih setianya kepada pelayan-pelayan jemaat melebihi daripada Kristus. Hal tersebut sering terjadi dalam persekutuan orang Kristen, baik dalam Rumah Tangga, Keluarga, dan Gereja. Banyak hal penyebab terjadinya pertikaian / perselisihan yang mengakibatkan perpecahan dan kehancuran. Padahal kita adlah satu di dalam Kristus. Kristus adalah Kepala Gereja dan Gereja adalah tubuh Kristus, termasuk Rumah Tangga, atau Keluarga. Orang-orang yang menimbulkan perpecahan dalam persekutuan sama artinya dengan orang-orang yang membagi tubuh Kristus. Itu sebabnya Rasul Paulus mengatakan “adakah Kristus terbagi-bagi?” (ay 13a). Jadi untuk mencapai kesatuan baik dalam hubungan jemaat kepada Tuhan secara vertikal maupun dalam hubungan yang erat dalam persekutuan orang-orang Kristen ialah dengan menjauhkan segala pertikaian dan perpecahan karena akibatnya adalah kesusahan dan kehancuran.

2. Mengejar kesatuan dalam Kristus.
Orang Kristen adalah satu dalam nama Kristus (1 Korintus 3:11). Kristuslah yang mempersatukan kita. Dalam kesatuan kita akan memperoleh kekuatan seperti yang dikatakan oleh pepatah: Tampakna do tajomna rim ni tahi do gogona. Maka kita harus mengejar kesatuan dalam Tuhan. Beberapa cara mengejar kesatuan, yaitu:

a. Berusaha supaya tetap seia sekata (sepakat untuk mengejar kesatuan dan sepakat menjauhkan segala konflik) dan sehati sepikir (pandangan yang sama, supaya masing-masing berpandangan yang sama terhadap kesatuan dalam Kristus).

b. Supaya semua berusaha mengejar apa yang mendatangkan damai dan yang berguna untuk saling membangun, sebab selalu ada masalah di dalam persekutuan (Roma 14:19).

c. Supaya semua Gereja Kristen di dunia ini (Oikumene), saling mendoakan, menolong, dan melayani sebagaimana layaknya.

Dengan upaya-upaya mengejar kesatuan, persekutuan dapat semakin erat bersatu, akrab, dan bersahabat diikat oleh Kasih Kristus. Sebagaimana yang dinasehatkan oleh Rasul Paulus: “Diatas segalanya itu kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol 3:14). Amen.

Sumber : Pdt. W. Datubara, STh.
Renungan Minggu 25 Mei 2008, HKBP Rawamangun

Kejanggalan "Ayat-Ayat Cinta"

Artikel-Khotbah-Renungan No Comments »
Film “Ayat-Ayat Cinta” arahan sutradara Hanung Brahmantyo yang diangkat dari novel karya Habiburrahman el-Shirazy sempat mengundang kontroversi. Pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS) Bambang Noorsena mencermati kaitan film dan novel tersebut dengan hubungan Kristen dan Islam di Mesir. Acara ini berlangsung di Gedung Kasih Bersaudara, Jakarta Pusat, Senin, 7 April 2008.
.
Pada ulasannya, Bambang Noorsena mengungkapkan beberapa kejanggalan mengenai tradisi Kristen Koptik yang digambarkan setengah-setengah pada film Ayat-Ayat Cinta. Di film tersebut digambarkan kalau Maria Girgis (Carissa Putri), perempuan yang berasal dari keluarga Kristen Koptik - gereja pribumi di Mesir dan merupakan gereja ortodoks terbesar di dunia Arab - tertarik dengan Al-Quran karena ayat-ayatnya ditilawatkan dengan indah. Padahal tradisi baca Kitab Suci dengan tartil bukan hanya tradisi Islam, melainkan juga tradisi Timur Tengah (baik Yahudi maupun Kristen Timur) jauh sebelum lahirnya Islam.
.
Kejanggalan lainnya, waktu Maria sakit dan berbicara pada Fahri (Fedi Nuril), “Ajarilah aku shalat!”. Perkataan tersebut menurut Bambang Noorsena, seharusnya lebih diperjelas dengan mengatakan, “Ajarilah aku shalat secara Islam!”. “Sebab, bukan hanya Islam yang mengenal shalat, Kristen Koptik pun mengenal shalat tujuh kali sehari,” jelas Bambang. Waktu shalat Kristen Koptik sama dengan Islam, ditambah dengan shalat jam ketiga, kira-kira jam 9 pagi untuk memperingati turunnya Roh Kudus.
.
Di fim tersebut, Bambang juga menilai para pemain gagal memerankan tokoh orang Mesir. Mereka nggak bisa mengucapkan dialek yang tepat layaknya orang Mesir. Begitu juga dengan adat kebiasaan Mesir yang nggak berhasil ditonjolkan dengan baik, dan malah memberi suasana Indonesia dan India.
.
Film Ayat-Ayat Cinta, menurut Bambang, akan lebih mendidik kalau yang diungkap tentang harmonisasi hidup berdampingan umat Kristen dan Islam di Mesir. Kehidupan umat Kristen dan Islam di sana bisa dibilang harmonis. Hal ini bisa dilihat seperti kehadiran Syeikh Al-Azhar, Dr Muhammad Tanthawi pada acara Idul Milad (Natal) di Katedral Al-Qidis Marqus, Abbasiya. Begitu juga tradisi saling mengucapkan selamat hari raya, baik hari raya Islam dan Kristen. Tradisi tersebut juga dilakoni masyarakat non-Arab lainnya, seperti Afganistan dan Pakistan.
.
Sumber : retz/n@bet/sam,
Kingdom Christian Youth Magazine edisi Juni 2008/thn I
.
Baca posting terkait :
- Ketika Bunda Maryam Jadi Juru Dakwah
- Adakah Pelecehan Kekristenan dalam “Ayat-ayat Cinta?”
.

Bencana Alam / Gempa Bumi di Tapanuli

Berita Intern No Comments »
Telah terjadi gempa bumi di daerah Tapanuli Utara dan Selatan tanggal 19 Mei 2008 yang lalu pukul 21.30 wib. Akibat gempa tersebut, 8 buah gereja rusak berat, termasuk HKBP Simangumban Sarula, dan 327 rumah rusak berat.

Sehubungan dengan itu, marilah kita mengumpulkan sumbangan/persembahan di masng-masing gereja kita untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa tersebut.

Selain itu, marilah kita doakan agar mereka diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Let’s Record Every HKBP’s Sermon and Upload in Your Blog !

Artikel-Khotbah-Renungan No Comments »
I went to HKBP Balige for Sunday Service today. I didn’t remember when was the first time I attended this church, because in the early times I came to Laguboti, I used to go to GBI Gasaribu for Sunday Service. But now, I always go to HKBP Balige.
.
What make me always come to HKBP Balige are:
.
- Because it is HKBP, the church where I was baptized. It doesn’t matter for me to go to another church actually, but I just feel comfortable to go to HKBP.
- It still uses Batak language as the primary language, so I can learn it too (but my learning curve is so leveled out).
- HKBP Balige is located in a city (but don’t image it like Depok or any other big Cities!) where almost all facilities are available there (ATM machine, Chinese Food Restaurant, etc).
- Songs in Buku Ende are great songs, most of them are adapted from Germany Worship songs.
.
Sermon today is taken from Mark 16:15-16, it’s chosen because today is the commemoration of Marturia year. Marturia is a year of Zending for HKBP (MIIW).
.
Started from the first week I went to HKBP Balige in this year, I recorded every sermon I heard and I’ll uploaded in my blog.
.
So, let’s record every HKBP’s sermon and upload in Your Blog !
.
Source : Gandhi Manalu
http://gandhim.wordpress.com/2008/01/

Doa buat HKBP Kuala Lumpur, Malaysia

Gereja No Comments »
Puji syukur kami panjatkan kepada Yesus Kristus atas berkatNya, sehingga HKBP Kuala Lumpur sudah berdiri 5 tahun di Malaysia dengan masih menumpang di Gereja Evangelical Lutheran Church Malaysia.
.
Pelayanan pun dilayani oleh Pendeta HKBP yaitu Pdt. T. Sinaga, STh. Namun dikarenakan tidak adanya visa pekerja, maka harus pulang satu bulan sekali dan kembali ke sini tentu dengan jaminan.
.
Ini tentunya tidak efektif sekali untuk pelayanan. Ditambah lagi adalah jemaat HKBP hanya bisa bertemu 3 jam saja di gereja, karena gereja berkenaan akan dipakai untuk service (kebaktian) berikutnya.
.
Oleh karena itu medio Mei 2008, Pdt. T. Sinaga,STh bertemu dengan Kepala Departemen Diakonia HKBP untuk mengusulkan agar HKBP K.Lumpur meleburkan diri ke Lutheran Church, sehingga HKBP KL mendapat no ijin dan permit dari Kerajaan Malaysia, sehingga di jangka panjang HKBP KL bisa membeli tanah,membangun gereja sendiri dan dapat memberikan visa pekerja kepada Pendeta yang bertugas disini.
.
Tolong doakan, supaya pertemuan Kadep Diakonia HKBP dengan Bishop Evangelical Lutheran Church yang direncanakan pada bulan Juli’08 dapat menghasilkan keputusan yang terbaik untuk pelayanan bagi jemaat Indonesia secara umumnya dan jemaat Batak pada khususnya yang berada di K.Lumpur dan sekitarnya.
.
Supaya HKBP K.Lumpur bisa menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa.
.
Sekilas HKBP Kuala Lumpur
.
HKBP K. Lumpur Ressort Immanuel Dumai berdiri pada 15 Oktober 2002 disebuah rumah makan, dengan tujuan pertama untuk mempersatukan orang batak dan pekerja batak yang bekerja disini untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Setelah parmingguon di rumah makan, maka berpindah dengan menyewa gereja di Evangelical Lutheran Church, Zion Catedral No.21, Jln. Sultan Abdul Samad Kuala Lumpur. Perkembangan jemaat sungguh menggembirakan, tidak hanya pekerja Batak namun banyak juga orang lain yang sama-sama bersekutu memuji dan memuliakan namaNya..

Pendeta Huria/Uluan Huria :
01. Pdt. T. Sinaga, S.Th

Wakil Uluan Huria :
01. St. Ny. R. Batubara/br. Simanjuntak

Service:
Weeks 1 - 3 : Bahasa Batak
Week 4/5 : Bahasa Indonesia
Time : 13.00 - 16.00 Malaysia Time

Sunday School : 13.00-16.00 Malaysia Time

Dan HKBP K. Lumpur mencoba untuk menjangkau pelayanan lebih luas lagi tidak hanya kepada orang-orang Batak namun juga orang-orang Indonesia yang bekerja di Malaysia.
.
Inilah beberapa foto dari HKBP Kuala Lumpur
.

.
Sumber :
http://profiles.friendster.com/hkbpkualalumpur
email : hkbp_kl@yahoo.com.my

The Bible, Crisis, and Catastrophe

Artikel-Khotbah-Renungan No Comments »
1. Preface
.
Theological reflection on Bible, Crisis, and Catastrophe is so important now days. Why? Many reasons could be said to this statement; among them I will say several points:
.
First of all we are living in the modern world; we face the development of all things: science, technology, medical treatment, bio technology, IT, transportation, etc. Almost there is an answer for every problem we face. Most of the people use this tremendous development in their life. It seems that human being does not need spiritual fact in their life; technology has been ready helping them instead. Not only in west (Europe and USA), even in east like in Asia, Latin America, Africa and other under development countries the role of religion in every day life decreasingly more exiguous. The Bible is thought just a theory of morality and spirituality; it does not have anything. It is only appropriate to uneducated people. So, it is my concerned join this discussion about Global Platform, in the theme: Bible,Crisis and Catastrophe. I hope that the participants of this consultation held by WCC will rethink again about the existence of the Bible in the life of modern and educated people.
.
Secondly, there are many crisis happened among us. I do not know what kind of crisis is faced by the developed or modern countries such as Europe, USA, and Japan in Asia. But even though they are so developed in everything they face so many crises too in their countries. In the third world countries, or we always say under developed countries like an Asia, Africa, South America (Latin America), we experience a lot of crisis. Almost in every countries mention above we face so many kind of crisis such as: poverty, corruption every where, political, fighting each other, uncertainty of the low, terrorism, violence, trafficking, climate change, the explosion of population, crises of electricity and energy (for example in Indonesia), etc. To these crisis, what does the gospel (= the Bible) teach us? How far the Bible is still relevant to answer this crisis? This is the second reason, why I am so eagerly to join this consultation. Moreover, that the consultation is being arranged by the very strong alliance like WCC, of course it has enough powerful to influence its member.
.
Thirdly, the people in Asia, especially we in Indonesia are so close related to the catastrophe at lately five years. We are still remembering to the tsunami happened in 2006 (2005?), there were more than 300.000 people dead in Aceh and NiasIsland (Indonesia). The saved people in that region, lost their houses and wealth. And after the terrible flood, there were so many another disasters stricken again and again in Indonesia. Up to now, the hot mud caused by Lapindo Brantas in Sidoarjo (Central Java) is still spurt from belly earth. Thousands of people lost their houses and property. There is no adequate technology which is able to stop the hot mud until now. The earthquakes are always felt in many parts of Indonesia. The flight is so often undergone to an accident inside the country which caused the international association on flight prohibited the flight from Indonesia fly to Europe. Besides, there were many other catastrophe happened in Indonesia, I mention: ?Flu Burung? (avian influenza), heavy flood happened in many region. That facts push me to join this consultation held by WCC. It s needed to think seriously the relation of the Bible (Gospel) to this very bad catastrophe.
.
Al things that I have said above are so importance to reflect from theological point of view. The theme Bible,Crisis and Catastrophe for me is so relevant, useful and so close related to our wrestling. To participate in this discussion by email, I will try to formulate my view to this theme. I hope it will be so benefit to other friends wherever they are. Read my opinion as follows!
.
2. The Bible, Crisis and Catastrophe
.
2.1. The Bible
.
What is the Bible for us? The true understanding of the Bible will help us to reflect the theme. I do not know if we have the same understanding of the existence of the Bible. For me, the Bible does not merely a book which contains the word of God, the teaching of Jesus Christ, guidance to morality, the history of the birth, growth and developing of early church, etc. But for me:
.
2.1.1. It is the personalities of God.
.
It is the God Himself. It said in the book of John chapter 1:1 ?In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God?. And John chapter 1:14 says: ?And the Word was made flesh, and dwelt among us ?.!? Jesus Christ is the personality of the Word of God who became flesh. This is the main thing that should be understood from the very beginning of our discussion. If we have received these things, we will so easy to understand the relation between the Bible with all things happened to our life include the crisis and catastrophe.
.
In order that we get a good understanding of the Bible we have to make the distinction between the Bible as a common book and the Bible as a Magical book and the Bible is the written Word of God; in other words the Bible is the personality of God Himself.
.
If the Bible just we deem as a common book, so the Bible does not have any spiritual power for human being. It is totally same with other books written by scholars. It is just the guidance to a good moral, the teaching about heavens or the low for good and bad practice. If it likes that, so the Bible is only needed by the pastors and church workers.
.
If the Bible we believe as a book which contains supernatural power we will make it as a book of occultism. In our country there are many people who believe that the Bible has its power, and put it at the head side when they are sleeping. They believe that the Bible will frighten the evil away and they will be saved. They believe that the Bible has a complete power from itself, and can be use to drive Satan out from their room or house.
.
The Bible is the written Word of God. The Bible as the personality of God. It is impossible to describe what God looks a like; it is not theological to think God as a King who is sitting in His throne and watches His creation from heaven. The Bibles tells us that He is in His Word, and His Word was He (John 1:1). It means that God is not separated from His Word. We know Him from His Word and His Word tells us His existence and His creation all over the world.
.
2.1.2. It is the Power of God
.
As the Word of God, the Bible is the power of God. Notice, in that sentence, I do not write: the Bible has the power of God, but the Bible is the power of God. If we believed that the Word of God is God Himself it means that the Bible If I say that the Bible has the power it means the Bible is separated from the power belongs to it. If I say the Bible is the power of God Himself it means the Bible is united with the power of God. There is power of God in it and it is the power God. In the book of Genesis chapter 1 God created the whole things with His Word. In this chapter we find the sentence says: ?And God said?..!?. Every thing was created with His Word. So the Word of God once again does not merely a voice or sentences came from God?s mouth but it is God Himself.
.
So amazing! The Word of God does not merely a voice or sentence of God but it is God Himself. As an existence of God Himself the Word of God written in the Bible is also the amazing power of God. More clearly we find in the New Testament at the book written to the Hebrew chapter 1:2. It is said: ???.. and upholding all things by the word of his power?.!?. The context of this verses 1-3 is that the power of the Word of God which had revealed to the world by the prophet and at last by the His Son, in Jesus Christ. His Word did not merely create the universe by His Word, but upholding all things include the universe by the word of his power. This idea is so important to reflect when we talk then to the third part, catastrophe. Whoever believes to the power of His Word and receive that Word of God in their life they will not be disappointed in every thing happened to him. This understanding of the power of God will help the believers to face all kind of crisis and even the catastrophe.
.
2.2. The Role of the Bible in Crisis and Catastrophe
.
2.2.1. The Bible Gives Us the Real Salvation.
.
What has been written by Paul in the book of Roman Chapter 1:16 so important to us: ?For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth; to the Jew first, and also to the Greek? (King James Version). It is the power of God unto salvation to every one that believe (Today?s English Version: ??. it is God’s power to save all who believe??). For me the word ?to save all who believe? is so important. It means that the Words of God written in the Bible is a dreadful power to save the believers. The ?salvation? which performed by the Bible is not only the spiritually salvation after dead but the salvation regard of daily life, here and now (?hic et nuc?). If we know the true existence of the Bible we will use the Bible in a good understanding.
.
In Email I read from Simon Oxley at 13 March 2008 was written as follows: ?However, the main motivation was the recognition that in diverse issues such as Christian Zionism, climate change and HIV/AIDS, the Bible has been used by some Christians to deepen or deny problems. At the same time, Christians who are working for peace and justice in the Middle East and for changes in individual and collective attitudes and behaviour in response to climate change and HIV/AIDS may also be selective and partial in the use of the Bible?. It is repeated again in his Email on 17 April 2008 that there are many people use the Bible to work against peace in Middle East, deny climate change or regard HIV /AIDS as a punishment for sin.
.
To respond what is said by Simon Oxley, I do not agree to use Bible partially in the sense that only a part of the Bible can be used as a Word of God and the other is the word of men. The whole contents of the Bible are totally the Word of God, and have the power to touch the human wrestling. The consequence of this opinion is that the Bible as the Word of God can be used either to struggle for peace in Middle East or in another countries; it may be used also to response the climate change and give the spiritual guidance to the victim of HIV/AIDS. In a short sentence I say: We should use the Bible faithfully, creatively and responsibly in relation to all issues.
.
In a short sentence I could say that there is no doubted to believe the Word of God written in the Bible. It brings us the totally salvation either to spiritual scope or to all crisis of life. If we understand and use Biblical text in the true ways we do not care about the danger. In the guidance of the Holy Spirit as the ?Author? of the Bible there is no danger using the Bible in the whole life. But if we use Bible just to promote and reinforce our theological point of view, we will face with many spiritual problems
.
2.2.2. The Role of the Bible in Crisis and Catastrophe
.
I have tried to describe the crisis and catastrophe we experience in our life. To reaffirming the idea we should say that there is no human being which does not face with the crisis. Whoever and wherever they live the people are always shaded by the crisis. The crisis is our close ?friends? in our life.
.
The same thing we could say about the catastrophe. It happened to the whole world. It does not recognize the first world or the third world countries. The altitude development of technology could not prevent the coming of catastrophe in the world. The technology could help the human being to overcome the consequence of the disaster, but does not prohibit it happen to the world. In the book of Jeremy chapter 49:32 God says: ???.and I will bring disaster on them from every side?. And in the book of Ezekiel chapter 5:16-17 it said: ?I will cut off your supply of food and let you starve. You will feel the pains of hunger like sharp arrows sent to destroy you. I will send hunger and wild animals to kill your children, and will send sickness, violence, and war to kill you. I, the LORD, have spoken.? So, it is not so difficult to understand the catastrophe happened to the world. It comes from the authority of God. That?s why we can say, whatever the technology we have, it can not prevent the hand of God works to do every thing in the world. From the tsunami happened in Asia, especially in Aceh, Nias (Indonesia), Malaysia, Thailand, etc several years ago we learn what is written in the book of Jeremy Chapter 26:32-33 ?32 The LORD Almighty says that disaster is coming on one nation after another, and a great storm is gathering at the far ends of the earth. 33 On that day the bodies of those whom the LORD has killed will lie scattered from one end of the earth to the other. No one will mourn for them, and they will not be taken away and buried. They will lie on the ground like piles of manure?.
.
So the Bible gives a complete answer to every crisis and catastrophe happened to the world, so that all believers could learn from the Bible. It will give us the power and strengthen to face every crisis and catastrophe.
.
2.2.3. The Word of God Gives Us the Salvation in Crisis and Catastrophe
.
The salvation which is undertaken by the Word of God is regarding to all thing of life such as: economical crisis, physically problems, destitution, poverty, etc. The salvation brought by Jesus Christ in the Gospel as the Word of God deal with money, housing, food, healthiness, education, social and political crisis, disasters and catastrophe, etc. The process of the Gospel as the Word of God is begun from our attitude to the Gospel itself. We should believe to the Gospel as the Word of God and then He will do something to save us from many problems we face. It does not meant that we just praying God and waiting so patiently and then in the time decided by God something will fall down from heaven; no need to work anymore and our life will be blessed by God with every thing we need in the life. This is the wrong attitude of course!
.
If I say that I believe to the Gospel written in the Bible as the Word of God, it means that the power of God in the Gospel will motivate me to do my best. I will work hard according to the job or occupation I got. God will push me to do my job every time diligently. I will of course be faced with some problems and difficulties in every day life (we call it ?crises? or ?disasters? in this writing). It does not matter to me, I will not be desperate, because I know that the difficulties and crisis will guide me more maturity in faith. I should use the challenges as a starting point to the next progress. I have to learn from one case happen to me, analysis it and define what is my wrong in the past, what should I changed from my lacking to be a better one?. That is the result of salvation I got from the Gospel.
.
3. The Conclusion
.
What are the conclusions to all argumentation I declare above? To the Global Platform for theological reflection and analysis I could say several things as follows:
.
3.1 Every believer could be able to say that the power of the Word of God written in the book called the Bible gives him the stimulation and the ability to manage the life. It does not a static or magical power. It is the power of the Bible in His Word to exchange all his/her life: mentality, spirituality, morally, and even the outward appearance of physically.
.
3.2. By the power of God which I believe written in the Bible I become my own self and have a positive thinking for every thing, include to the negative things happened to my life. Since I have believed to Jesus and His Word written in the Bible, I become a real human being. Now, an amazing thing will happen to my life: I am a winner for everything. Why does it happen? Because of the Word of God written in the Bible becomes a dreadful power to the believer.
.
3.3. If God, let the crisis and catastrophe happen to our life we should say that it is the precious thing to improve the faithfulness and our loyalty to God. This experience will guide us to learn from the experience of Paul in Roman 1:16. In another text he wrote also: ??for my strength is made perfect in weakness? (2 Corinthian 12:9). That is the theology of salvation we should develop today.
.
Sumber : Rev. Rudolf H. Pasaribu, S.Th
www.hkbp.or.id
.
Tulisan ini sedang diproses di lembaga Dewan Gereja Dunia (WCC - Ge neva Swiss) untuk diikutsertakan dalam diskusi yang akan diadakan pada tanggal 29 September ? 1 October 2008. Tulisan ini perlu diperkaya dengan data-data menyangkut isi Alkitab, jenis-jenis krisis dan bencana alam yang sedang kita hadapi di Indonesia. Tanggapan untuk memperkaya paper ini boleh dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggeris, dan dapat dikirim ke email: pdtrudolfhpas@yahoo.com

Festival Paduan Suara Gerejawi dan Festival Vocal Solo 2008 oleh NHKBP Medan Sudirman

Seni No Comments »
HORAS!!!
.
Teman – Teman yang kami kasihi, dengan ini kami beritahukan bahwa PANITIA PESTA PARHEHEON NAPOSOBULUNG HKBP MEDAN SUDIRMAN TAHUN 2008 akan mengadakan FESTIVAL PADUAN SUARA GEREJAWI dan FESTIVAL VOCAL SOLO pada:
.
Hari/Tanggal : Minggu/06, 13, 20, dan 27 Juli 2008
Waktu : Pukul 12.00 WIB - 16.00 WIB
.
Tempat :
Gereja HKBP Medan – Sudirman,
Jln. Jend. Sudirman No. 17A – Medan
.
Untuk Festival Paduan Suara
.
Hari/Tanggal :
Rabu/30 Juli 2008
Waktu : Pukul 12.00 WIB – Selesai
.
Tempat:
Gereja HKBP Medan – Sudirman,
Jln. Jend. Sudirman No. 17A - Medan
.
Untuk Festival Vocal Solo
.
Bagi teman-teman yang SUDAH dan BELUM menerima Undangan, tetapi BERSEDIA dan BERMINAT mengikuti Festival tersebut di atas dapat menghubungi:
Hanna Silitonga,
Hp 081361506650 atau 06176510601
Riris Siahaan,
Hp 081397870005 atau 77078285
SELAMBAT-LAMBATNYA Sabtu, 24 Mei 2008.
.
Dan bagi teman-teman yang berhalangan mengikuti Festival tersebut dikarenakan sedang melaksanakan kegiatan yang sama atau yang lainnya, kami harapkan dapat juga memberikan konfirmasi ke nomor tersebut di atas SESEGERA MUNGKIN.. :-)
.
Teman-teman yang SUDAH bersedia mengikuti Festival:
1. NHKBP Cinta Damai
2. NHKBP Polonia
3. NHKBP Tj. Sari
4. NHKBP Sei Putih
5. NHKBP Teladan
6. NHKBP Medan Kota
7. RHKBP Maranatha
8. GKPI Medan Kota
9. GKPS Teladan
10. GKPS Hang Tuah
11. NHKBP Sudirman
.
Teman-teman yang BELUM memberikan konfirmasi:
1. NHKBP Padang Bulan
2. NHKBP Simalingkar
3. NHKBP Medan – Labuhan
4. NHKBP Galang
5. NHKBP Melati
6. NHKBP Tegal Rejo
7. NHKBP Bethesda
8. NHKBP Imanuel
9. NHKBP Efrata
10. NHKBP Mawar
11. GPIB Imanuel
12. GKPI Menteng
13. GKPI Parsaoran Nauli
14. GKPI Air Bersih
15. GPDI Maranatha
16. GBKP Pamen
17. Gereja Katolik St. Antonius – Hayam Wuruk
18. GPIB Kasih Karunia
19. GMI Hang Tuah
.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan bantuan teman-teman semua kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
.
Kiranya dengan kegiatan ini kita dapat lebih meningkatkan rasa persaudaraan kita satu sama lain sehingga nama Tuhan apat semakin dipermuliakan.
.
Tuhan Memberkati.
.
Sumber : Hanna Silitonga

Teknik Berlatih Paduan Suara : Tips dan Trik

Artikel-Khotbah-Renungan No Comments »
Dalam dunia tarik suara kita mengenal jenis-jenis kelompok vokal seperti Duet, Trio, Kwartet, Ansambel, Paduan Suara dll. Paduan Suara sering kita saksikan pada acara-acara rutin gereja bahkan yang bersifat tahunan misalnya : Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), Perayaan Paskah/Natal.
.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif.

KLASIFIKASI PADUAN SUARA
.
Penulis megklasifikasikan Paduan Suara menjadi 3 (tiga) level, yaitu:
.
Level - 1 (Penguasaan Materi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
.
Tips :
- Nyanyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur.
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Tekankan anggota untuk menghafal syairnya.
.
Level - 2 (Interprestasi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interprestasi lagu yang diinginkan oleh komponis maupun aranger lagu tersebut.
.
Tips :
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamik pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamik disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melody.
- Latih Artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalnya pengucapan konsonan “r”, “s”, “ng”, serta vokal a, i, u, e, o, sehingga terdengar perbedaannya.
- Perhatikan Intonasi (penekanan) suku kata yang sesuai dengan Birama lagu.
- Perhatikan Frasering (pengkalimatan) agar sesuai dengan kalimat yang benar. Ini dapat dicapai jika dilaksanakan dengan teknik pernafasan yang baik.
- Lakukan pemanasan (vokalisi) yang cukup sebelum pelaksanaan latihan dimulai agar diperoleh Timbre (warna suara) yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri.

Level - 3 (Ekspresi)
.
Kriteria : Setelah melalui tahap level 1 dan 2, anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan dan dikeluarkan melalui ekspresi.
.
Tips :
- Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya: Lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang. - Perhatikan pada aransemen yang terdapat tanda perubahan tempo, misalnya : Accelerando, rittardando, A- tempo dll., agar dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
- Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kiri/kanan), karena posisi ini mempengaruhi penampilan secara keseluruhan.
.
Pembagian Kelompok Suara
.
Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara yaitu Sopran, Alto, Tenor dan Bass. Beberapa arransemen ada pula yang membagi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton dan Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Tips:
- Kelompokan anggota berdasarkan Range/ambitus suara, jangan paksakan penyanyi Alto bernyanyi dikelompok sopran dengan alasan karena kekurangan anggota sopran, demikian juga kelompok yang lainnya.
- Komposisi SATB (sopran, alto, tenor, bass) yang Ideal adalah 3:2:2:3., namun demikian pedoman di atas dapat berubah dengan pertimbangan potensi Power penyanyi yang ada.

Program Latihan
.
Ada peribahasa “Seberangilah sungai dari tempat yang dangkal” artinya mulailah segala sesuatu dari yang mudah dahulu. Artinya dalam membuat program latihan harus bertahap dari yang mudah dahulu.
.
Tips :
- Selesaikanlah dahulu level-1 baru kemudian mulai level-2, dst. Contoh : jangan mengajarkan materi level-2 kalau anggota belum semuanya lulus level-1, karena akan sia-sia akibat terpecahnya konsentrasi.
- Kelompok paduan suara ibarat rangkaian gerbong kereta api. Jika salah satu gerbong tersendat maka gerbong yang lain kecepatanya terpaksa ikut melambat, menyesuaikan kecepatan gerbong yang tersendat tadi. Perbaiki gerbong (baca : kelompok suara) yang lemah dahulu, baru kelompok gerbong lainnya.
- Awali latihan dengan vokalisi terlebih dahulu, sesuai dengan karakter lagu yang akan dinyanyikan. Jika lagu banyak menggunakan stacato, perbanyak vokalisi stacato, jika lagu banyak nada panjang, perbanyak vokalisi nada panjang.
- Tekankan anggota untuk membaca not, jangan menghafal not, karena kemampuan membaca sangat diperlukan dalam PS. Setelah anggota dapat menyanyikan notasi dengan benar tekankan untuk menghafal syair.

Dirigen
.
Dirigen dalam Paduan Suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara. Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap pelatih sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi. Namun karena keterbatasan personel di TNI AL yang bisa memimpin Paduan Suara, seringkali Dirigen ditunjuk berdasarkan senioritas, atau dari sukarelawan yang memberanikan diri karena tidak ada yang mau menjadi dirigen. Sebaiknya hal ini dihindari.
.
Tips:
- Pilihlah Dirigen yang mempunyai wawasan PS lebih daripada anggota Paduan Suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
- Fungsi Dirigen memadukan Suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu Dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok Paduan Suaranya.
- Dirigen jangan memulai aba-aba jika belum seluruh mata anggota memperhatikan Dirigen, karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara Dirigen dan anggota Paduan Suara.
.
Demikianlah secara singkat Tips berlatih Paduan Suara, semoga dapat bermanfaat.
.
“Keberhasilan adalah buah dari latihan, namun tanpa disiplin, latihan tidak menghasilkan apa-apa”.
.
Selamat berlatih . . ..©
.
Sumber : Kapten Laut (KH) Albert AFR, S
MAJALAH CAKRAWALA TNI - AL

Latar Belakang, Tujuan, dan Sasaran Tahun Marturia HKBP beserta Slogan Boan Sadanari

Artikel-Khotbah-Renungan No Comments »
Thema :
.
Akulah yang memilih kamu, dan aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah (Yoh.15:16)
.
Sub. Thema :
.
Melalui Tahun Marturia HKBP 2008, HKBP memperlengkapi warga dan pelayannya sehingga mampu dan bertenaga untuk mewujudkan visi dan misinya khususnya menyongsong Jubileum 150 Tahun HKBP.
.
Slogan :
.
Boan sadanari tu Jesus !
.
1. Latar Belakang
.
Pemehaman Maturia sebagai salah satu tritugas gereja (Koinonia=Bersekutu, Marturia=Bersaksi dan Diakonia=Melayani) selama ini di kalangan jemaat adalah Pekabaran Injil (Sending) kepada orang-orang yang masih belum beragama (sipelebegu). Tugas Marturia dipandang berfokus pada PI ke luar, yakni kepada mereka yang belum menerima Injil.
.
Pemahaman yang terbilang telah mentradisi ini mengindikasikan bahwa dalam lingkungan jemaat HKBP sedang berlangsung suatu proses pendangkalan makna marturia sebagai suatu tugas panggilan gereja. PI ke luar yang ditandai dengan mengajak semua orang untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Pesan Agung : Mat.28:19-20; Kis.1:8) bukanlah tugas lembaga gereja saja, melainkan melekat sebagai panggilan hidup semua orang percaya. PI juga tidak hanya ditujukan kepada manusia melainkan untuk semua ciptaan (Mark.16:15), yaitu menyangkut hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan hidup.
.
Kita harus memahami Marturia (Sending) dalam koridor sbb :
.
1. Pekabaran Injil bukan membuat orang supaya orang supaya beragama Kristen, tetapi membuat orang menjadi murid Yesus Kristus. Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan murid-muridNya supaya menjadikan banyak orang beragama Kristen, tetapi supaya menjadi murid-murid Tuhan Yesus. Penekanannya adalah supaya semua orang mengenal keselamatan sehingga banyak orang mau diselamatkan.
.
2. Menciptakan Jemaat Missioner. Jemaat disini bukan lembaga tetapi pribadi. Gereja itu bukan bukan hanya institusi tetapi juga pribadi setiap orang percaya. Gereja adalah orang-orang percaya itu sendiri. Pengertian inilah yang termaktub dalam Perjanjian Baru yang mempunyai empat pengertian tentang gereja, yaitu : Gedung Gereja; Tubuh Yesus Kristus (Yoh.2 : 19-21); persekutuan dari orang percaya (1 Kor 3:16- kamu adalah bait Allah) dan pribadi orang percaya itu sendiri (1 Kor.6:19-tubuhmu adalah bait Roh Kudus).
.
3. Pekabaran Injil itu mencakup Sending INTERNAL (PEMURIDAN DAN PENDEWASAAN) dan EKSTERNAL (PENYEBARAN).
.
2. Maksud dan Tujuan
.
Maksud dan tujuan Tahun Marturia HKBP 2008 ini adalah mengembalikan kembali semangat dan dukungan terhadap Pekabaran Injil baik secara internal maupun eksternal dengan menjadikan warga gereja menjadi jemaat yang missioner.
.
3. Sasaran
.
Melalui tahun Marturia diharapkan :
.
1. Mantapnya pemahaman dan penghayatan warga gereja terhadap arti dan makna marturia (sending dan musik).
2. Maeningkatnya semangat dan partisipasi warga gereja dalam misi Pekabaran Injil ke dalam dan ke luar.
3. Bertambahnya warga gereja yang memberikan waktu dan hidupnya untuk misi PI serta mau memperlengkapi diri dengan sungguh-sungguh lewat pelatihan PI.
4. Meningkatnya dukungan dana PI
5. Bertumbuhnya jemaat-jemaat yang melaksanakan pemuridan (Pembinaan Warga Gereja) dan KKR
6. Terciptanya berbagai liturgi kontemporer yang dapat digunakan dalam berbagai jenis ibadah.
7. Semakin banyak warga gereja yang mampu menggubah nyanyian baru yang bermutu untuk dinyanyikan dalam ibadah2, baik Sekolah Minggu, Remaja, NHKBP.
8. Meningkatnya kemampuan warga gereja untuk menyanyikan nyanyian gereja secara baik dan benar serta semakin bertumbuhnya warga yang mampu menjadi Song Leader.
9. Pemahaman dan penghayatan akan kidung pujian semakin bertumbuh dan berkembang yang akan membawa kepada kedewasaan iman.
10.Adanya rancang bangun rencana jangka panjang misi PI HKBP di masa depan.
.
Demikian sekilas tentang latar belakang, tujuan & sasaran rencana Program Kerja Tahun Marturia HKBP 2008, yang dikutip seperlunya dari hasil Rapat MPS HKBP serta pertemuan Kabid Marturia HKBP bulan September 2007. Latar belakang ini diharapkan menjadi acuan untuk masing-masing jemaat membuat Program Kerjanya untuk tahun 2008.
.
Mari kita serukan dan giatkan slogan ”BOAN SADANARI” kepada jemaat di seluruh HKBP. Kita berharap dan berdoa untuk HKBP. Tuhan pasti menolong kita untuk bertumbuh dan berobah lebih baik lagi. Jangan hanya mengeluh dan bersungut terhadap HKBP. Panggilan kepada kita semua, parhalado & warga jemaat, tunjukkanlah bahwa kita ini adalah MURID KRISTUS : bersekutu, bersaksi dan melayani dengan tindakan dan perkataan yang mencerminkan kasih kepada Tuhan, Sesama dan seluruh ciptaanNya.
.
Sumber : http://zending.multiply.com/journal

Gereja HKBP Purwakarta

Gereja, Sejarah No Comments »
Gereja HKBP Purwakarta yang memiliki anggota jemaat sekitar 470 KK di Jl. Veteran No. 220 di daerah lintasan utama Jakarta dengan Bandung. Berdiri 32 tahun yang lalu pada Minggu, 12 Oktober 1975 sebagai jemaat filial dari HKBP Jl. Martadinata No. 96 Bandung, dipimpin Pdt. S.M. Silitonga, MTh sebagai Pendeta Ressort (mulai Juli 2007) dilayani 19 Sintua, dengan jemaat filialnya HKBP Kerawang dipimpin Pdt. A. Nainggolan, STh., dan HKBP Cikampek yang dipimpin Pdt. M. Butarbutar, STh.
.
Asal-usul keberadaan Gereja HKBP dan halak hita di Purwakarta dan sekitarnya, diawali dengan usaha mengadu nasib mencari rezeki dan beberapa orang yang datang karena ditugaskan sebagai Angkatan Bersenjata atau sebagai Pegawai , di antaranya B. Siregar (Situbuleut); St. S. Sinaga (+)/Br. Tobing, E. Daulay, Tampubolon, DM Hutapea, JP Gultom (Bapemi). Mereka termasuk sebagai perintis utama untuk membentuk kelompok orang-orang Batak (organisasi Dalihan Natolu) dan persekutuan Kristen Oikumene di Purwakarta atau Badan Kerja Sama Gereja (BKSG).
.

Bagi halak hita khususnya Tapanuli Utara, sudah tradisi, di situ langit dijunjung di situ Tuhan Yesus harus diagungkan. Dimana orang Kristen Batak berada, dia akan selalu ingat dan mengusahakan tempat kebaktian untuk melaksanakan ajaran agama dan budaya adat-istiadatnya. Banyak halak hita yang bekerja di perusahaan industri PMA dan PMDN. Namun banyak juga yang bekerja di perusahaan-perusahan swasta atau koperasi dan sebagian kecil yang berstatus pegawai negeri.
.
Memang, sebelum orang Batak datang, di Purwakarta sudah ada beberapa gereja berdiri seperti Gereja Pasundan, Gereja Katolik, dan Gereja Pantekosta. Pada gereja-gereja tersebutlah halak hita bergabung mengikuti kebaktian, sebelum gereja HKBP diresmikan tahun 1975.
.
Setelah diresmikan, gereja ini telah dilayani oleh beberapa orang Pendeta Ressort, yaitu:
- Pdt. A. Sitorus (1979-1982),
- Pdt. D. Sitorus (1982-1984),
- Pdt. J. Sirait (1984-1988),
- Pdt. BRH. Simanungkalit (1988-1993),
- Pdt. R. Butar-butar (1993-1998),
- Pdt. K. Lumbantoruan (1998-2002),
- Pdt. P. Silitonga, STh (2002-Juli 2007).
.
Kota Purwakarta yang dikembangkan menjadi daerah industri tahun 1975 dan gereja HKBP Purwakarta sering dikunjungi oleh orang-orang yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Sembari merealisasikan kasih Tuhan dengan menikmati siraman/santapan rohani, kunjungan ke proyek Jatiluhur tidak akan pernah terlewatkan. Sebagaimana kita ketahui, keindahan dan kehebatan ciptaan Tuhan, juga terlihat nyata dari bendungan tersebut yang berfungsi sebagai pengendali banjir, pengairan, pembangkit listrik, perikanan, pariwisata, dan suplai air minum untuk 5 kabupaten yang dilalui anak sungai Purwakarta, Kerawang, Subang, Indramayu, Bekasi, dan DKI Jakarta bagian Timur.
.
Program utama pelayanan gereja HKBP Purwakarta sekarang adalah merealisasikan peningkatan tri tugas panggilan gereja (Koinonia, Marturia, dan Diakonia) dengan mewujudkan HKBP sebagai organisasi gereja yang inklusif, dialogis, dan terbuka. Gereja ini sedang melanjutkan pembangunan gedung sekolah minggu dan serba guna yang diharapkan semakin mengharumkan nama Tuhan Yesus di Purwakarta dan sekitarnya.
.
Sumber: Kalender HKBP 2008


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in